Digitalisasi ekonomi desa dengan e-commerce, ini kebutuhan mendesak. Kita harus perform di ekonomi digital. Kalau tidak kita akan ketinggalan. Supaya desa bisa lebih efisien, efektif untuk memasarkan produk dan hasil dari desa

GERBANGDESA.id – Sebagaimana PT (Perseroan Terbatas) dan Koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini telah menjadi unit usaha berbadan hukum menyusul telah disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu. Hal ini mempermudah BUMDes dalam membangun kemitraan dengan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun swasta.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Taufik Madjid saat memberikan arahan pada Penutupan dan Penganugerahan Desa Brilian 2020 secara daring di Jakarta, Selasa (1/12).

“Di Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa tidak ada ketegasan posisi hukum. Dengan Undang-Undang Cipta Kerja ini kuat sekali bahwa BUMDes sebagai entitas baru, unit usaha yang berbadan hukum yang setara dengan PT dan Koperasi yang ada selama ini,” ujarnya.

Taufik memastikan, kepastian hukum BUMDes dalam Undang-Undang Cipta Kerja tidak akan mempersulit pengembangan BUMDes.Bahkan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait tata kelola BUMDes telah disusun dengan sederhana dan mudah difahami.

“Jadi di RPP BUMDes, sedapat mungkin tidak perlu dijelaskan melalui Permen (Peraturan Menteri). Satu semangat kita jangan sampai ada regulasi yang mempersulit pengembangan BUMDes. Poin itu yang harus kita pegang. Tentunya Perda (Peraturan Daerah) juga jangan sampai mempersulit,” ujarnya.

Terkait kemitraan, menurutnya, menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan BUMDes. Bentuk kemitraan pun beragam, mulai terkait aspek permodalan; penguatan Sumber Daya Manusia (SDM); mitra usaha; dan sebagainya.

“Aspek modal itu penting sekali mengingat modal BUMDes yang sangat terbatas. Maka kerjasama dengan perbankan menjadi sangat penting sekali. Kemudian kapasitas pengelola di BUMDes juga terkendala dengan SDM, maka perlu kerjasama dengan perguruan tinggi, perbankan, NGO, balai latihan, dan seterusnya,” ujarnya.

Di sisi lain ia mengingatkan, bahwa menjadi sebuah keharusan bagi BUMDes untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia digital. Ia berharap, BUMDes dapat menembus pasar global melalui digital.

“Digitalisasi ekonomi desa dengan e-commerce, ini kebutuhan mendesak. Kita harus perform di ekonomi digital. Kalau tidak kita akan ketinggalan. Supaya desa bisa lebih efisien, efektif untuk memasarkan produk dan hasil dari desa,” ujarnya.

EXOVILLAGE

exovillage

Dalam kesempatan yang berbeda, senada dengan arus digitalisasi desa, UNDIP tengah mengembangkan EXOVILLAGE , sebuah platform marketplace digital yang dimaksudkan untuk membantu desa-desa untuk mengexpose potensi desanya di dunia maya.

Prof Budi Setyono, Wakil Rektor I Universitas Diponegoro, menyebut bahwa Exovillage dibuat oleh tim peneliti Universitas Diponegoro yang diketuai oleh Dr. Rina Martini, MSi.

Menurut Prof Budi, dengan aplikasi ini, desa dapat mengupload potensi mereka dalam bidang pertanian, perkebunan, industri kreatif, pariwisata, kuliner dan lainnya. “Mereka (user di desa) juga dapat mengekspose kegiatan yang ada di desa, seperti upacara adat, tradisi keseharian, keagamaan, lomba-lomba tradisional, dan event lainnya,” ujar Prof Budi.

Pengabdian Masyarakat

Prof Budi menegaskan, bahwa Exovillage.com; salah satu StartUp Digital binaan Universitas Diponegoro ini sementara masih bersifat sosial atau pengabdian, berkaitan dengan KKN dan pengabdian dosen ke masyarakat.

Sebagaimana diketahui, aktivitas nonpertanian di pedesaan mengalami ekspansi yang minim karena jangkauan pasarnya sangat terbatas pada perekonomian lokal.

Berdasarkan data Dispermades Jateng, hampir 75% produksi usaha desa hanya dikonsumsi di kabupaten yang sama.

exovillage
interface exovillage.com menampilkan desa-dewa wisata

Hal itu terjadi karena industri kecil-menengah umumnya tidak memiliki sumber daya untuk mendongkrak pasar mereka.

Setidaknya, itulah alasan mengapa jajaran peneliti di UNDIP menciptakan exovillage, karena memahami bahwa ekspansi pasar melalui tehnologi digital menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi.

Rebound Ekonomi Desa

Denny Septiviant, SH, TAM TPP Jawa Tengah, mengapresiasi ide rintisan karya dosen UNDIP itu.

“Aplikasi itu bagus, sebagai upaya Undip untuk ikut memajukan desa sebagaimana menteri menghendaki adanya Pertides. Di masa pandemi ini, untuk rebound ekonomi desa,” jelas Founder GerbangDesa.id 

Denny menyebut desa-desa di Jawa tengah itu membutuhkan platform digital yang bisa membantu desa untuk mempublikasikan dan memarketkan potensi desa baik berupa wisata, sosial, budaya, maupun produk unggulan desa (prudes).

Mengenal Exovillage.com, Marketplace Wisata Desa Karya UNDIP
exovillage menampilkan tempat pembelian souvenir

Founder GerbangDesa.id ini berharap aplikasi karya anak bangsa ini bisa berfungsi sebagai marketplace desa yang bisa mengkoneksikan antara desa, BUMDES, UMKM dalam Skala desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasional.

Apresiasi Tenaga Ahli Kemendesa

Tenaga Ahli Madya Pengembangan Ekonomi Lokal Jawa Tengah Kemendesa PDTT, Insan Mahmud, juga turut mengapresiasi ide kreatif anak bangsa dari UNDIP itu.

“Menurut saya ini positif, hari ini desa-desa di Jawa tengah itu membutuhkan platform digital yang bisa membantu desa untuk mengexplore potensi desa baik berupa wisata, sosial, budaya, maupun produk unggulan desa (prudes),” jelasnya.

Insan Mahmud berharap Exovillage.com mampu mendorong tumbuhnya kunjungan wisatawan ke desa sebanyak-banyaknya.

Sehingga akan tercipta multi-player economic effect yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Semoga dengan adanya Exovillage.com, visitasi dan jumlah Desa wisata akan tumbuh dan Desa akan menemukan potensinya di pasar regional dan global, dan tentu saja diharapkan dapat membantu menggerakkan perekonomian daerah sekitarnya. (Manggisan/Admin)

Artikel terkait:

Tiga Fokus Penggunaan Dana Desa pada 2021, Salah Satunya Listrik dan Internet Desa

Gus Menteri: Digitalisasi Desa Stabilkan Ekonomi Desa

EXOVILLAGE Siap Berkolaborasi Untuk Mewujudkan Desa Digital

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here